logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

Detail Berita

Psikolog Untag Surabaya Soroti Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Kickboxing: Ada Relasi Kuasa

SURABAYA - Kasus dugaan pencabulan oleh oknum pelatih kickboxing Jawa Timur (Jatim) terhadap atletnya memicu keprihatinan mendalam di dunia olahraga prestasi. Penangkapan pelaku oleh Polda Jatim mengungkap sisi gelap hubungan antara mentor dan anak didik. Psikolog dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr. Rr. Amanda Pasca Rini M.Si., Psikolog, menilai kejadian ini berakar pada ketimpangan relasi kuasa. Hubungan pelatih dan atlet bersifat asimetris, karena pelatih memiliki kendali penuh atas karier atlet. “Pelatih memiliki expert power dan legitimate power. Atlet sering merasa masa depan dan mimpinya berada di tangan pelatih, sehingga muncul celah manipulasi,” ujar Amanda.

 

Dampak Trauma Berlapis bagi Atlet

Menurut Amanda, atlet perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual sering kali mengalami trauma berlapis. Hal ini terjadi karena sosok yang seharusnya menjadi pelindung, justru berubah menjadi pelaku kejahatan.

1.    Mekanisme pertahanan psikologis yang membuat korban merasa terlepas dari tubuhnya.

2.    Munculnya kebencian terhadap tubuh sendiri karena dianggap sebagai objek pelecehan.

3.    Ketakutan melapor karena ancaman pemecatan dari tim atau blacklist karier.

Kondisi mental yang hancur ini, berdampak langsung pada performa di lapangan. Selain itu, korban berisiko mengalami gangguan kecemasan hingga stres pascatrauma (PTSD) yang bisa mengakhiri karier mereka lebih awal.

 

Langkah Pencegahan di Lingkungan Olahraga

Untuk mencegah kejadian serupa, Amanda mendesak organisasi olahraga memperketat pengawasan. Perlu ada aturan tegas mengenai batasan interaksi fisik antara pelatih dan atlet selama masa pelatihan berlangsung.

1.    Pembuatan kanal pengaduan independen yang menjamin kerahasiaan identitas korban.

2.    Penerapan pakta integritas dan kode etik profesional bagi seluruh pelatih.

3.    Kehadiran pelatih pendamping perempuan dalam setiap tim atlet perempuan.

Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim bersama KONI, diharapkan segera melakukan audit internal terhadap sistem pembinaan di seluruh cabang olahraga untuk menjamin ruang aman bagi atlet.

 

Sekilas Fakta Kasus Kickboxing Jatim

Penyidikan oleh Polda Jatim menunjukkan, bahwa aksi tak terpuji oknum pelatih ini dilakukan dengan memanfaatkan otoritasnya saat sesi latihan tambahan. Kini, polisi tengah mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum berani melapor. Berdasarkan data Komnas Perempuan, kekerasan seksual di dunia olahraga sering kali tertutup rapat karena budaya senioritas yang sangat kental. Kasus di Jatim ini, menjadi momentum untuk mendobrak stigma dan melindungi hak-hak atlet. Bagi para atlet, jangan ragu untuk bersikap asertif jika mendapati perlakuan pelatih yang mulai melanggar batas personal. Kesehatan mental dan harga diri jauh lebih berharga daripada medali apa pun.  Orang tua juga diimbau lebih proaktif memantau kondisi psikis anak selama mengikuti pemusatan latihan.