logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

Detail Berita

Pastikan Program Berdampak Nyata, Rektor Untag Surabaya Tinjau Kegiatan KKN di Mojokerto

Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Harjo Seputro, S.T., M.T., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa KKN Untag Surabaya di Kabupaten Mojokerto, Selasa (13/1). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh program pengabdian masyarakat yang dijalankan mahasiswa benar-benar tepat guna, berjalan optimal, serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat desa.

Sidak dilaksanakan di tiga desa, yakni Desa Sugeng dan Desa Jatijejer di Kecamatan Trawas, serta Desa Kuripansari di Kecamatan Pacet. Dalam kunjungannya, Rektor Untag Surabaya didampingi perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya. Selain meninjau program kerja, rombongan juga memantau kondisi kesehatan mahasiswa serta proses adaptasi mereka dengan lingkungan dan masyarakat desa mitra.

“Kami ingin memastikan bahwa pengabdian Mahasiswa KKN Untag Surabaya tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Harjo Seputro di sela-sela kunjungan.

Di Desa Jatijejer, Rektor meninjau langsung penerapan inovasi alat penetas telur berbasis energi tenaga surya yang dilengkapi pengatur suhu otomatis. Teknologi tepat guna ini dirancang untuk membantu peternak ayam lokal meningkatkan produktivitas tanpa bergantung pada listrik konvensional, sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan di wilayah pedesaan. Dosen pendamping lapangan, Reza Sarwo Widagdo, S.T., M.T., menjelaskan bahwa selain alat penetas telur, Mahasiswa KKN Untag Surabaya juga mengimplementasikan sistem filtrasi air bersih guna menunjang kebutuhan ternak warga.

Sementara itu, di Desa Sugeng, Rektor mengapresiasi kolaborasi Mahasiswa KKN Untag Surabaya dengan masyarakat dalam pembangunan peta desa. Ketua pelaksana kegiatan, Hikmawan Nugie Ramadhan, menyampaikan bahwa dukungan warga sangat besar, bahkan turut membantu penyediaan bahan bangunan secara swadaya. Peta desa tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pengelolaan potensi desa.

Di Desa Kuripansari, sebanyak 36 Mahasiswa KKN Untag Surabaya dilaporkan aktif menjalankan berbagai program pengabdian dengan pendampingan penuh dari LPPM Untag Surabaya, mulai dari tahap penyusunan program, pelaksanaan di lapangan, hingga penyusunan laporan akhir kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Harjo Seputro memberikan motivasi kepada mahasiswa agar mampu menjadi “Patriot Merah Putih” yang tidak hanya membawa ilmu pengetahuan ke desa, tetapi juga mampu bersinergi dengan masyarakat serta menyerap nilai-nilai kearifan lokal.

“Mahasiswa harus mampu memberikan solusi nyata melalui ilmu yang dimiliki, sekaligus belajar dari masyarakat agar pengabdian ini benar-benar bermakna,” tegasnya.

Melalui kegiatan sidak ini, Untag Surabaya menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program KKN yang inovatif, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta berkelanjutan di bawah koordinasi LPPM Untag Surabaya.