Mahasiswa KKN Untag Surabaya melaksanakan pemasangan mapping atau peta desa di Desa Sugeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat berbasis data dan potensi lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah desa dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih terarah, akurat, dan berkelanjutan.
Pemasangan mapping desa dilakukan di Balai Desa Sugeng dan menjadi salah satu program unggulan Mahasiswa KKN Untag Surabaya setelah melalui proses pendataan lapangan, diskusi bersama perangkat desa, serta pengumpulan informasi terkait batas wilayah, fasilitas umum, potensi ekonomi, dan kondisi sosial masyarakat.
Ketua tim pelaksana, Hikmawan Nugie Ramadhan, menjelaskan bahwa selama ini Desa Sugeng belum memiliki peta desa yang lengkap dan terintegrasi sebagai acuan perencanaan pembangunan. Padahal, peta desa memiliki peran penting dalam pengambilan kebijakan, pengelolaan potensi, hingga pelayanan kepada masyarakat.
“Mapping desa ini kami susun berdasarkan kondisi riil di lapangan. Harapannya, peta ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa sebagai dasar perencanaan pembangunan, pendataan wilayah, dan pengembangan potensi desa,” ujarnya.
Proses penyusunan mapping desa dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat. Mahasiswa KKN Untag Surabaya melakukan survei langsung ke setiap dusun untuk memastikan keakuratan data, mulai dari jaringan jalan, lokasi fasilitas umum, lahan pertanian, hingga titik-titik potensi ekonomi desa.
Perangkat Desa Sugeng menyambut baik pemasangan mapping desa tersebut. Salah satu perangkat desa menyampaikan bahwa keberadaan peta desa sangat membantu dalam mempermudah visualisasi wilayah dan mendukung perencanaan program desa ke depan.
“Selama ini kami masih menggunakan data lama dan belum tergambar secara visual. Dengan adanya mapping desa ini, kami lebih mudah menjelaskan kondisi wilayah kepada pihak luar dan menyusun program pembangunan,” ungkapnya.
Selain pemasangan peta desa, Mahasiswa KKN Untag Surabaya juga memberikan penjelasan terkait pemanfaatan mapping desa, termasuk cara membaca peta dan menggunakannya sebagai alat pendukung perencanaan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data wilayah secara mandiri.
Kegiatan mapping desa ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Warga turut membantu proses pengumpulan data dan memberikan informasi terkait batas wilayah serta kondisi lingkungan sekitar. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Melalui program pemasangan mapping Desa Sugeng, Mahasiswa KKN Untag Surabaya berharap peta desa yang telah disusun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik untuk perencanaan pembangunan, pengelolaan potensi desa, maupun kebutuhan administrasi lainnya.
Program mapping desa ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian Mahasiswa KKN Untag Surabaya yang berada di bawah koordinasi dan pendampingan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya, sebagai wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa berbasis data dan kebutuhan masyarakat.