logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

Detail Berita

LPPM Untag Surabaya Matangkan Rencana dan Target Strategis 2026 untuk Dipresentasikan ke Pimpinan Universitas

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar diskusi internal dalam rangka penentuan rencana kerja dan target strategis tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (23/1/2026) sebagai bagian dari persiapan pemaparan program LPPM kepada Rektor dan Wakil Rektor Untag Surabaya.

Diskusi ini dihadiri langsung oleh Ketua LPPM Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA., CTA., serta jajaran pimpinan pusat di lingkungan LPPM. Turut hadir Kepala Pusat Publikasi dan Kekayaan Intelektual LPPM Untag Surabaya, Dheny Jatmiko, S.Hum., M.A., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Untag Surabaya, Eko April Ariyanto, S.Psi., M.Psi., Kepala Pusat Penelitian LPPM Untag Surabaya, Dr. Achmad Yanu Alif Fianto, S.T., MBA, Kepala Pusat Inovasi dan Kewirausahaan LPPM Untag Surabaya, Handy Febri Satoto, S.T., M.T., serta staf pelaksana LPPM Untag Surabaya, Moch. Imam Safii, S.Kom.

Ketua LPPM Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA., CTA., menjelaskan bahwa diskusi ini bertujuan untuk menyelaraskan arah kebijakan, program, serta indikator kinerja LPPM agar sejalan dengan visi dan misi universitas.

“Perencanaan tahun 2026 harus disusun secara terukur, realistis, dan berdampak. LPPM memiliki peran strategis dalam memperkuat budaya riset, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi yang berkontribusi langsung terhadap reputasi dan keberlanjutan institusi,” ungkapnya.

Dalam diskusi tersebut, masing-masing kepala pusat memaparkan evaluasi capaian program tahun sebelumnya sekaligus menyampaikan rencana pengembangan di tahun 2026. Fokus pembahasan mencakup peningkatan kualitas publikasi ilmiah, penguatan perlindungan kekayaan intelektual, perluasan program pengabdian kepada masyarakat berbasis kebutuhan riil, serta pengembangan inovasi dan kewirausahaan berbasis hasil riset.

Kepala Pusat Publikasi dan Kekayaan Intelektual, Dheny Jatmiko, menekankan pentingnya strategi peningkatan kuantitas dan kualitas publikasi dosen, sekaligus optimalisasi pendampingan hak kekayaan intelektual sebagai bentuk perlindungan karya akademik.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Eko April Ariyanto, menyampaikan bahwa arah pengabdian ke depan akan semakin menekankan keberlanjutan program, kolaborasi lintas sektor, serta dampak nyata bagi masyarakat.

Dari sisi penelitian, Kepala Pusat Penelitian LPPM Untag Surabaya, Dr. Achmad Yanu Alif Fianto, menyoroti perlunya sinergi riset dosen dengan kebutuhan nasional dan potensi daerah, sehingga hasil penelitian tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga aplikatif.

Adapun Kepala Pusat Inovasi dan Kewirausahaan, Handy Febri Satoto, menegaskan pentingnya hilirisasi hasil riset menjadi produk inovatif dan peluang usaha yang dapat mendukung ekosistem kewirausahaan di lingkungan Untag Surabaya.

Seluruh masukan dan hasil diskusi dirangkum sebagai bahan finalisasi dokumen rencana kerja LPPM tahun 2026 yang selanjutnya akan dipresentasikan kepada Rektor dan Wakil Rektor Untag Surabaya. Presentasi tersebut diharapkan menjadi pijakan strategis dalam memperkuat peran LPPM sebagai penggerak utama penelitian, pengabdian, dan inovasi di tingkat universitas.

Melalui forum ini, LPPM Untag Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja kelembagaan secara terencana, terukur, dan berorientasi pada dampak, sejalan dengan visi Untag Surabaya sebagai perguruan tinggi unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.