logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

Detail Berita

Inovatif! Alat Pencacah Rumput Mahasiswa KKN Untag Surabaya Ringankan Beban Peternak Desa Candiwatu

Mahasiswa KKN Untag Surabaya menghadirkan solusi teknologi tepat guna berupa alat pencacah rumput untuk membantu meringankan beban kerja peternak sapi di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Inovasi ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan selama 7–18 Januari 2026, dengan sasaran utama peternak sapi setempat.

Program ini berangkat dari permasalahan yang dihadapi mitra, Maslikan, seorang peternak sapi yang selama ini masih mengelola pakan ternak secara konvensional. Pemberian pakan berupa rumput utuh dinilai kurang efisien karena memakan banyak tempat, mudah lembap, serta kerap terbuang akibat terinjak ternak di dalam kandang.

Dosen pembimbing lapangan, Muhammad Ridha Febriyani, S.H., M.Kn., M.H., menjelaskan bahwa inovasi alat pencacah rumput ini dirancang berdasarkan kebutuhan riil peternak di lapangan. Menurutnya, teknologi sederhana yang tepat sasaran justru mampu memberikan dampak besar bagi produktivitas peternak.

“Pakan yang diberikan dalam kondisi utuh sering kali tidak termanfaatkan secara optimal. Dengan alat pencacah ini, rumput menjadi lebih rapi, mudah disimpan, dan kualitas pakan ternak dapat meningkat,” ujarnya, Selasa (13/1).

Alat pencacah rumput yang dikembangkan Mahasiswa KKN Untag Surabaya ini menggunakan tenaga listrik rendah sebesar 150 watt, sehingga hemat energi dan tetap aman digunakan di lingkungan pedesaan. Alat ini mampu mencacah rumput hingga ukuran 1–3 sentimeter, ukuran yang dinilai ideal untuk pakan sapi agar lebih mudah dikonsumsi dan dicerna.

Salah satu mahasiswa pelaksana dari Program Studi Teknik Industri, Vincentius Gabriel, menjelaskan bahwa desain alat dibuat ringkas dan praktis agar mudah dioperasikan serta dirawat secara mandiri oleh peternak.

“Kami menyesuaikan desain alat dengan kondisi mitra. Harapannya, alat ini tidak hanya digunakan selama program KKN berlangsung, tetapi bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh peternak,” jelasnya.

Maslikan selaku mitra peternak mengaku merasakan manfaat langsung dari penggunaan alat pencacah rumput tersebut. Ia menyebut proses penyiapan pakan menjadi lebih cepat, efisien, dan tidak lagi menguras tenaga seperti sebelumnya.

“Sekarang menyiapkan pakan jauh lebih mudah dan cepat. Rumput tidak banyak terbuang, kandang juga lebih bersih,” ungkapnya.

Program ini dilaksanakan oleh tim Mahasiswa KKN Untag Surabaya lintas disiplin yang terdiri dari Vincentius Gabriel, Annifa Octatya, Desi Nur Saida, Dona Aurelia Putri Handono, dan Mutiara Safiqoh Izzabella. Kolaborasi lintas keilmuan ini menjadi kekuatan dalam menghadirkan solusi yang aplikatif dan sesuai kebutuhan masyarakat desa.

Melalui program pengabdian ini, Mahasiswa KKN Untag Surabaya berharap inovasi alat pencacah rumput dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja peternak, menekan pemborosan pakan, serta mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi peternak di Desa Candiwatu. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian ini berada di bawah koordinasi dan pendampingan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya.