Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menerima kunjungan dari Fakultas Kedokteran Untag Surabaya dalam rangka pembahasan Hibah Perguruan Tinggi Tahun 2026. Kunjungan tersebut berlangsung di kantor LPPM Untag Surabaya dan menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi lintas unit akademik.
Fakultas Kedokteran Untag Surabaya diwakili oleh dr. Ronny Mulyono, Sp.A., serta Fajar Yuilianto, S.Kom., M.Kom. Keduanya hadir untuk mendiskusikan peluang, skema, serta strategi pengajuan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dapat diimplementasikan oleh Fakultas Kedokteran pada tahun 2026.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada pemetaan potensi riset dan pengabdian Fakultas Kedokteran agar selaras dengan arah kebijakan hibah internal perguruan tinggi. Selain itu, diskusi juga menyinggung pentingnya integrasi luaran penelitian dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
dr. Ronny Mulyono, Sp.A., menyampaikan bahwa dukungan LPPM sangat penting dalam mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian dosen Fakultas Kedokteran. Menurutnya, skema hibah perguruan tinggi dapat menjadi stimulus bagi dosen untuk lebih aktif menghasilkan riset aplikatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap melalui pembahasan ini, Fakultas Kedokteran dapat menyiapkan proposal hibah yang lebih terarah, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama di bidang kesehatan preventif dan promotif,” ungkap dr. Ronny.
Sementara itu, Fajar Yuilianto, S.Kom., M.Kom., menekankan pentingnya dukungan sistem dan tata kelola hibah yang terstruktur, termasuk pendampingan dalam penyusunan proposal, pelaksanaan program, hingga luaran yang dihasilkan.
Pihak LPPM Untag Surabaya menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat budaya riset dan pengabdian di lingkungan universitas. Melalui koordinasi ini, diharapkan Fakultas Kedokteran dapat mengoptimalkan potensi keilmuannya dalam skema Hibah Perguruan Tinggi Tahun 2026.
Selain penelitian, diskusi juga menyoroti peluang pengabdian kepada masyarakat berbasis kesehatan yang dapat dikolaborasikan dengan kegiatan Mahasiswa KKN Untag Surabaya. Program KKN dinilai sebagai media strategis untuk mengimplementasikan hasil riset dan edukasi kesehatan secara langsung di tengah masyarakat.
Sinergi antara Fakultas Kedokteran dan LPPM diharapkan mampu melahirkan program-program pengabdian yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Melalui pertemuan ini, Untag Surabaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi lintas fakultas dan unit kerja. Seluruh proses perencanaan, pendampingan, hingga pelaksanaan hibah penelitian dan pengabdian tersebut berada di bawah koordinasi dan pembinaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya.