Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menghadirkan solusi digital bagi toko kelontong di Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang terintegrasi dengan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital UMKM desa, khususnya dalam pengelolaan pencatatan stok dan keuangan berbasis web.
Hal tersebut disampaikan oleh Mays Amelia, S.H., M.H., dosen Untag Surabaya, saat membuka kegiatan pelatihan Pencatatan Stok dan Keuangan melalui Penggunaan Web bagi pengelola toko kelontong di Desa Mojokembang. Ia menegaskan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan penting bagi pelaku usaha mikro agar mampu bertahan dan berkembang di tengah sistem ekonomi yang semakin berbasis teknologi.
Program KKN ini mengusung tema “Digitalisasi Toko Kelontong Desa: Optimalisasi Pencatatan Stok dan Keuangan melalui Penggunaan Web” dan dilaksanakan selama 10 hari, mulai 8 hingga 18 Januari 2026. Kegiatan difokuskan pada pendampingan Toko Kelontong “Toko Dhe Juu” sebagai mitra utama program KKN di Desa Mojokembang.
Dalam sambutannya, Mays Amelia menyampaikan bahwa pencatatan usaha yang tertib, terstruktur, dan berbasis digital merupakan fondasi utama dalam pengambilan keputusan bisnis yang tepat. Melalui program KKN, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan usaha mikro di masyarakat desa.
Kegiatan KKN ini dilaksanakan sebagai respons atas masih dominannya sistem pencatatan manual pada toko kelontong di wilayah pedesaan. Pencatatan konvensional sering menimbulkan berbagai kendala, seperti stok barang yang tidak terkontrol, tidak adanya pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha, serta kesulitan dalam mengetahui keuntungan usaha secara akurat. Kondisi tersebut dinilai menghambat efisiensi dan perkembangan UMKM desa.
Melalui program KKN berbasis pengabdian masyarakat ini, mahasiswa Untag Surabaya memperkenalkan aplikasi pencatatan stok dan keuangan berbasis web yang dirancang dengan tampilan sederhana dan mudah digunakan. Aplikasi ini membantu pemilik toko dalam mencatat transaksi harian, mengelola persediaan barang, serta memantau kondisi keuangan usaha secara lebih transparan dan sistematis.
Program KKN ini dilaksanakan oleh tiga mahasiswa lintas disiplin, yaitu Salwa Toha dari Program Studi Akuntansi, Adelia Trisca Yuniar dari Program Studi Psikologi, dan Yudhistira Perdana Putra dari Program Studi Teknik Industri. Kolaborasi lintas bidang ini memungkinkan pendampingan yang komprehensif, baik dari aspek pencatatan keuangan, pendekatan komunikasi dengan mitra usaha, maupun peningkatan efisiensi sistem kerja toko kelontong.
Pemilik Toko Kelontong “Toko Dhe Juu” menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program KKN Untag Surabaya. Ia mengungkapkan bahwa pencatatan stok dan keuangan kini menjadi lebih rapi, mudah, dan terstruktur dibandingkan metode manual yang sebelumnya digunakan. Aplikasi berbasis web tersebut juga sangat membantu dalam memantau persediaan barang dan kondisi keuangan toko secara berkala.
Apresiasi juga disampaikan oleh Sekretaris Desa Mojokembang beserta perangkat desa setempat. Mereka menilai program KKN digitalisasi toko kelontong ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam meningkatkan literasi digital masyarakat serta memperkuat perekonomian desa berbasis UMKM. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku UMKM lainnya di Desa Mojokembang dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Selain itu, perangkat desa mengapresiasi sikap kooperatif mahasiswa Untag Surabaya selama pelaksanaan KKN. Secara keseluruhan, program KKN berbasis Pengabdian kepada Masyarakat ini dinilai memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui penerapan teknologi digital pada usaha mikro.