SURABAYA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya sukses
menyelenggarakan kegiatan Kolaborasi Internasional Pengabdian Kepada Masyarakat
(International Joint
Community Service) pada Selasa (14/4/2026). Mengusung tema krusial
"Kesehatan Mental Remaja", program ini merupakan wujud sinergi antara
Untag Surabaya dengan Hiroshima University, Jepang, dan Universitas Jenderal
Soedirman (Unsoed), Jawa Barat.
Kegiatan edukatif ini berlangsung di Aula Lantai 5 SMA
17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya dan diikuti dengan antusias oleh 230
siswa-siswi kelas XI. Acara diawali dengan
sambutan dari Kepala LPPM Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak.,
CA., CTA., yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan institusi
dalam membangun generasi muda yang tangguh. Turut hadir mendukung acara tersebut Kepala Sekolah
SMA 17 Agustus 1945 Surabaya, Drs. M. Ecep Sudrajat, M.M.
Memasuki sesi inti, pemaparan materi pertama
disampaikan oleh pakar dari Fakultas Psikologi Untag Surabaya, Dr. Hetti Sari
Ramadhani, S.Psi., M.Si. Dalam sesinya, Dr. Hetti memberikan pemahaman
mendasar mengenai dinamika psikologis yang sering dialami pada masa remaja. Ia
juga membagikan strategi praktis terkait cara mengenali pemicu stres dari
lingkungan sekitar dan bagaimana melakukan regulasi emosi yang sehat agar
kesehatan mental tetap terjaga di tengah tuntutan akademik.
Sesi
berbagi (sharing session)
kedua dilanjutkan dengan perspektif pendidikan lintas budaya yang menghadirkan
Tuswadi, S.Pd., M.Ed., Ph.D. in Ed. (Unsoed) dan Prof. Fujikawa, Ph.D. in Edu.
(Hiroshima University), didampingi oleh Drs. Cuk Yuana, M.Hum. dari
Program Studi Sastra Jepang Untag Surabaya. Pada sesi ini, Prof. Fujikawa membagikan wawasan
mengenai bagaimana lingkungan pendidikan di Jepang melakukan pendekatan
terhadap kesejahteraan mental siswanya. Sementara itu, Tuswadi melengkapi
materi dengan kiat-kiat membangun ketahanan mental (resilience) bagi pelajar dalam menghadapi tekanan
sosial guna meraih prestasi.
Antusiasme peserta memuncak pada sesi diskusi yang
dipandu oleh moderator Dr. Achmad Yanu Alif Fianto, S.T., MBA bersama Tasya
Kartika Putri. Pada sesi tanya jawab ini, dua orang siswa SMA tampil
berani mengajukan pertanyaan kritis mengenai tantangan pergaulan dan manajemen
stres yang langsung ditanggapi secara komprehensif oleh para narasumber lintas
negara tersebut.
Rangkaian
acara pengabdian internasional ini kemudian diparipurnakan di akhir acara
dengan sesi foto bersama antara seluruh narasumber, panitia, serta peserta
siswa, sebagai simbol suksesnya kolaborasi dan transfer ilmu pengetahuan.