09:53:48 WIB Dibaca: 13 kali

Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan di masa pandemi, apalagi dengan semakin banyaknya pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal tersebut berdampak pada kecemasan dan kinerja mereka. Fenomena kecemasan tenaga kesehatan semakin meningkat karena khawatir mereka akan menjadi carrier virus bagi keluarga. Belum lagi banyaknya penolakan dan perlakuan yang tidak manusiawi terhadap tenaga kesehatan akibat stigma negatif yang muncul di masyarakat.

Hal inilah yang menjadi latar belakang penelitian Andriana Budi Riastri, S.Psi., M.Psi. yang kini merupakan seorang tenaga Kesehatan. Dengan tesis berjudul  “Kinerja Tenaga Kesehatan di Era Pandemi Covid-19 Ditinjau dari Perceived Stigma dan Pengetahuan tentang Corona Virus dengan Kecemasan sebagai Variabel Intervening” Andriana meraih predikat Tugas Akhir menarik dari Program Studi Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus (Untag) 1945 Surabaya.

Andriana menerangkan, penyebaran virus SARS-Cov-2 yang masih baru menjadikan pengetahuan para tenaga kesehatan akan virus ini masih terbatas. Akibatnya, mereka menanggung resiko terpapar virus lebih besar. Pola pikir masyarakat dan kurangnya pengetahuan tersebut berdampak pada kecemasan serta penilaian dan persepsi negatif terhadap diri sendiri yang dikenal sebagai perceived stigma. Tak mengherankan bila kinerja para tenaga kesehatan turut terdampak.

Anggota Unit Rekam Medis di Rumah Sakit Bantuan Milik TNI di Sidoarjo ini melakukan penelitian pada 135 tenaga kesehatan medis dan non medis yang berusia 20-40 tahun. Selama meneliti, dia mengaku menghadapi tantangan karena minimnya jurnal pendukung. Di samping itu, kuisioner yang disebarkan secara daring juga menuntut kesabaran karena kesibukan para tenaga kesehatan. Meski demikian, Andriana berhasil menyelesaikan penelitiannya selama tiga bulan.

Hasil penelitian menunjukkan pada tingkat pengetahuan tentang COVID-19 dan kecemasan dapat memberikan pengaruh signifikan pada kinerja tenaga kesehatan di RS Bantuan Milik TNI Kota Sidoarjo. Dari hasil penelitiannya tersebut, Andriana menuturkan bahwa para tenaga kesehatan membutuhkan dukungan baik dari masyarakat dan pemerintah. Sosialisasi juga dibutuhkan agar meningkatkan kinerja mereka. Dia berharap, tenaga kesehatan selalu sehat dan semangat dalam melaksanakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Sumber : untag surabaya


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya E-Jurnal Untag Surabaya